Bahaya Overweight dan Obesitas pada Infeksi Covid-19

Selama ini masyarakat sudah banyak yang mengetahui bahwa orang yang terinfeksi COVID-19 yang disertai dengan penyakit penyerta/komorbid (hipertensi, diabetes, dll) atau lansia, memiliki outcome yang lebih buruk. Namun, banyak masyarakat yang belum mengetahui jika orang dengan overweight dan obesitas (terutama yang berusia dibawah 60 tahun) dengan COVID-19 ternyata lebih beresiko memiliki outcome yang lebih buruk. Data di China menunjukkan bahwa, pasien COVID-19 dengan overweight dan obesitas memiliki prevalensi kamatian lima kali lebih besar. Penelitian lain dari UK menunjukkan bahwa hampir 75% pasien COVID-19 yang memerlukan perawatan intensif adalah pasien dengan overweight dan obesitas.

Orang dengan berat badan berlebih mengalami penurunan fungsi organ paru-paru. Pernafasannya menjadi lebih berat karena berat berlebih di sekitar perut. Kondisi ini meningkatkan resiko perawatan di rumah sakit, khususnya di ruang intensif. Pada akhirnya meningkatkan resiko kematian. Selain itu, orang dengan obesitas juga lebih beresiko memiliki komplikasi penyakit lain seperti diabetes serta gangguan jantung dan pembuluh. Obesitas dengan grade yang lebih berat, meningkatkan resiko permasalahan pernafasan yang disebut dengan acute respiratory distress syndrome (ARDS), komplikasi terberat dari COVID-19.

Kondisi berat badan berlebih tidak hanya membahayakan orang yang telah terinfeksi COVID-19. Namun, juga mengancam kesehatan bagi orang yang belum terinfeksi COVID-19. Selama ini banyak yang mengira bahwa orang yang gemuk akan lebih tahan terhadap infeksi. Faktanya, semakin gemuk seseorang, maka akan lebih mudah terserang infeksi karena imunnya lebih rendah.

Bagaimana kondisi status gizi kita? Mari kita hitung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya overweight dan obesitas, khususnya pada COVID-19. Berat badan berlebih dibagi dalam dua kategori status gizi, yaitu overweight dan obesitas. Status gizi overweight bagi orang Indonesia (dengan standar Asia Pasifik) adalah ketika indeks masa tubuh ≥23 – 24.9 kg/m², dan status gizi obesitas ketika indeks masa tubuh ≥ 25 kg/m². Cara menghitung indeks masa tubuh: (Berat Badan dalam kg) : (Tinggi Badan dalam meter)².

Sumber bacaan :

Andersen, CJ., et al. 2016. Impact of Obesity and Metabolic Syndrome on Immunity. American Society for Nutrition. Adv Nutr 2016;7:66–75.

Sophie Scott. 2020. Overweight people at greater risk from coronavirus, heightened by COVID-19 links to respiratory illness. Diakses di https://mobile.abc.net.au/news/2020-05-08/coronavirus-covid-19-obesity-risk-factor-new-research/12213126

Leave a comment

Dampak Covid